What do you bring for me ?
Ketawa-ketiwi nggak jelas. Konyol. Aneh. Canggung. Lucu.
Nggak bisa dibilang penting. Dan pada akhirnya aku harus meralat kata-kataku. Maaf, abu-abumu kini memudar.
Tergantikan satu warna yang belum jelas. Tapi ya, setidaknya, puzzle itu tak
menggangguku lagi. Huahaha .. J
Terimakasih karena telah mengerti. Tapi sampai sekarang, aku
masih merasa ini sebuah lelucon. Tak mampu membuatku berhenti tertawa. Tentu
saja dalam hati. Mana mungkin tertawa di depan orang banyak? Mana mungkin? Hehe
...
“You bring me a new ... ... demografic,” ngutip Luke
Brandon. Ada yang ramai membicarakan tapi kau tetap tenang. Wow, kau ini orang
atau bukan? Tentu saja kau adalah manusia. Setidaknya aku masih mengakuinya.
Ini mungkin satu-satunya kisah terlucu dalam rentang waktu
lama. Mengalir saja dengan riak kecil yang menggelikan. Tak tertebak ke mana
arahnya. Hanya menerka-nerka dan membuatmu ingin tahu lebih.
I don’t want to place my heart on anything. I don’t care.
Itu yang hari ini mampu kucerna dari perasaan. Kau tahu, aku punya alasan dalam
tiap pemikiran dan keputusan. Ada alasan untuk setiap cerita.
Hari ini, kau telah memulai sebuah ... permainan baru
(lagi). Mari untuk beberapa waktu kita melupakan tumpukan buku kuliah. Tidak.
Tidak jadi. Jangan melupakan buku kuliah yang menjadi benang merah atas semua.
hwk ...
-curhatan nggak jelas setelah berjam-jam belajar inklusi
buat ujian :D

cie curhat :p
BalasHapusini kata katane kw banget, mon!
hahaha..